Waktu itu usia kandungan 6 bulan saya didiagnosa menderita preklamsi, mau tidak mau dedek bayi harus dilahirkan dan akhirnya pada tanggal 09-02-2018 dedek lahir dan masuk inkubator dengan berat badan 1,3 kilogram. 

Seminggu kemudian bayi boleh dibawa pulang karena kurang pengetahuan kami rawat sendiri seminggu dirumah dedek bayi susah bernafas akhirnya dibawa kerumah sakit, waktu kita dapat telpon dari saudara bahwa ada peminjaman inkubator gratis suruh cari informasi nya di facebook dan saya berhasil mendapat no telp Bu Enny relawan inkubator gratis yang ada di Jonggol.

Kami langsung menghubungi Bu Enny dan Pak Lugi , waktu itu inkubator gratis lagi kosong karena sedang dipinjam, akhirnya pak Lugi mengusulkan untuk membuat inkubator sendiri. Sementara kita menunggu, kami membuat inkubator dengan lampu. 

Sehari kemudian Bu Enny menghubungi kami kalau sudah ada inkubator yang dikembalikan, karena kami tidak ada kendaraan akhirnya bu Enny dan pak Lugi yang mengantarkan kerumah kami, setelah diajari bagaimana cara menggunakan inkubator, dedek bayi dimasukkan inkubator, dedek menjadi lebih nyaman dan tenang. 

Kami orang tua juga ikut tenang dan senang, tiga hari sekali kami menimbang dedek dan selalu kami update ke Bu Enny perlahan berat badan dedek naik sampai umur kurang lebih 3 bulan berat dedek bayi menjadi 2,6 kilogram dan sudah tidak nyaman di inkubator. Kami menghubungi Bu Enny kalo dedek nya sudah tidak nyaman di inkubator esoknya, Bu Enny dan pak Lugi datang kerumah untuk mengambil inkubator yang kami pinjam secara gratis selama kurang lebih 2 bln tanpa kita bayar sedikit pun. 

Kami selaku orang tua bayi prematur sangat terbantu dengan adanya inkubator gratis ini kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya.

Saya Beben Suhendar anggota DPRD Kabupaten Bogor mantan Camat Jonggol Kab. Bogor. Awal bertugas sebagai camat Jonggol di 2016 dalam suatu kunjungan kerja lapangan di sekitar kawasan Perumahan Citra Indah Jonggol yang penghuninya banyak warga pindahan dari Jakarta. Saya bertemu dengan pasangan suami isteri Sdr. Lugi Riyandi dan Sdri. Enny Bonaventura , dalam obrolan singkat yang masih terngiang di telinga saya ketika mereka katakan: “Apa yang bisa kami bantu pak camat ?”

Mendengar tawaran seperti itu naluri saya langsung meyakini bahwa pasutri ini orang-orang yang tulus.

Beberapa hari kemudian di Kecamatan Jonggol terungkap data adanya ratusan warga ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa) di 14 desa yang harus segera mendapatkan pelayanan.

Saya hubungi bu Enny dan pak Lugi untuk ikut membantu menangani masalah ODGJ bersama petugas sosial yang ada di desa, Saya selaku camat sangat beruntung ada pasutri yang ikut langsung dengan membuat kegiatan massal pelayanan ratusan ODGJ di alun2 Jonggol dengan mngundang petugas medis langsung dari RS Marjuki Mahdi Bogor.

Kegiatan pengobatan massal bagi warga masyarakat sudah hal yang biasa tapi inilah pengalaman yang tidak akan terlupakan ketika ratusan pasiennya ODGJ bisa dibayangkan serunya membawa ODGJ dari masing-masing desa dengan mengerahkan puluhan ambulan dan puluhan petugas karena banyak ODGJ yang beringas, alhamdulillah walau sempat banyak kendala adanya tanggapan miring yang mengatakan mempermalukan keluarga pasien tapi kegiatan tersebut bisa dilaksanakan dan beberapa pasien terpaksa di evakuasi ke RS. Marjuki Mahdi Bogor untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Sosok bu Eny dan pak Lugi sebagai relawan yang ikhlas dalam bekerja pasca kegiatan terssbut terus berlanjut sering turun ke pelosok-pelosok kampung dengan meminjamkan kursi roda gratis bagi warga tidak mampu yang membutuhkan.

Saya hanya bisa mendoakan pasutri ini semoga selalu sehat diberikan umur panjang & rejeki yang banyak.

Salam,

Beben Suhendar